Kecelakaan Bus ALS Marak, Tarif Murah hingga Izin Kedaluwarsa Jadi Sorotan
jpnn.com, PALEMBANG - Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki pengangkut minyak mentah di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara mengungkap sejumlah persoalan serius terkait operasional bus.
Selain mengangkut penumpang, Bus ALS diketahui membawa berbagai barang yang tidak sesuai peruntukkannya hingga memenuhi bagian kabin. Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan penyidik dalam pengusutan kecelakaan yang menewaskan 19 orang.
Polres Musi Rawas Utara menetapkan dua pimpinan perusahaan sebagai tersangka. Keduanya yakni SH selaku Direktur PT Antar Bumi Pertiwi (SBP) dan CL selaku Direktur PT Antar Lintas Sumatera (ALS).
Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama menerangkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menerapkan metode Scientific Crime Investigation dengan memeriksa 47 saksi.
Mereka terdiri dari saksi di lokasi kejadian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, ahli pidana, ahli transportasi darat Kementerian Perhubungan, saksi migas, hingga perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang.
"Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan sejumlah persoalan pada pengeporasian Bus ALS. Kendaraan tersebut diketahui membawa barang-barang yang tidak sesuai peruntukannya, seperti lemari kayu, dipan tidur, sepeda motor dan gulungan plastik," terang Rendy, Kamis (6/8).
Rendy mengungkap bahwa barang-barang tersebut memenuhi kabin bus bahkan menghalangi akses menuju pintu darurat bagian belakang.
Kondisi ini dinilai berpotensi memperbesar risiko ketika terjadi kecelakaan maupun kedaruratan.
Kecelakaan Bus ALS membongkar sederet masalah, tarif murah, kelebihan muatan, hingga izin operasional yang kedaluwarsa.
- Hmmm... Ratusan Hotspot Karhutla Ada di Area Konsesi Perusahaan Besar
- Kabut Asap Meluas, 1.079 Hotspot Terdeteksi di Sumsel
- Ada 5.539 Hotspot Karhutla di Konsesi Perusahaan, WALHI Desak Pemerintah Audit Perizinan
- Ekspor Kopi Sumsel Melonjak, Liberika Bersiap Tembus Pasar Rusia
- Kabut Asap Karhutla Ganggu Pembelajaran, Herman Deru Serahkan Kebijakan ke Sekolah
- Salat Istisqa-OMC Jadi Ikhtiar saat Karhutla, Herman Deru Ingatkan Warga Tak Membakar
JPNN.com




