Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026, 2 Pelatih Disorot PBSI
jpnn.com - Kegagalan tim beregu putra Indonesia pada ajang Thomas Cup 2026 membuat PBSI akan melakukan pembenahan.
Waketum I PBSI Taufik Hidayat menilai perubahan bukan hal yang mustahil dilakukan menyusul hasil minor yang diraih Fajar Alfian dan kawan-kawan.
"Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja."
"Promosi degradasi (atlet-red) bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," ujar peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut.
Sejauh ini, sorotan tertuju pada sektor tunggal setelah Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Anthony Sinisuka Ginting belum mampu tampil maksimal.
Pelatih utama Pelatnas Cipayung Indra Wijaya juga berpotensi dievaluasi menyusul hasil yang diraih anak asuhnya.
Kakak kandung Candra Wijaya itu dinilai belum menemukan sentuhan terbaik saat menangani sektor tunggal putra Pelatnas Cipayung.
Padahal, saat menangani sektor tunggal putri, mantan pelatih Lee Zii Jia itu mampu membawa Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, hingga Chiara Marvella Handoyo tampil impresif.
Waketum I PBSI, Taufik Hidayat berikan sorotan kepada beberapa pelatih seusai kegagalan tim beregu putra Indonesia pada Thomas Cup 2026
- Indonesia Open 2026 dan Ikhtiar Polytron Jaga Nama RI di Kancah Badminton Dunia
- Doubles Special Championships 2026, Cara Candra Wijaya Cetak Ganda Masa Depan Indonesia
- Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Buka Jalan Akhiri Kutukan 14 Tahun
- Leo/Daniel Memaksa Keadaan Demi Tampil Maksimal di Indonesia Open 2026
- Fadia/Amallia Jadikan Indonesia Open Tolak Ukur Jika Mampu Menang Lawan Wakil Korea
- Indonesia Open 2026: PBSI Cuma Pengin Pemain Tuan Rumah Tampil Tanpa Beban
JPNN.com




