Kejahatan Seksual Guru Silat terhadap 11 Anak di Serang, Polisi Ungkap Hal Mengejutkan
jpnn.com - Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Banten menemukan praktik aborsi ilegal dalam pengembangan kasus kejahatan seksual terhadap 11 anak di bawah umur oleh seorang guru pencak silat di Kabupaten Serang.
Kepala Subdit IV Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menyebut temuan mengejutkan soal aborsi itu terungkap setelah penyidik mendalami laporan para korban dan melakukan penggeledahan di lokasi kejadian.
"Dalam proses penyidikan, kami menemukan adanya tindak pidana tambahan berupa aborsi yang dilakukan terhadap salah satu korban yang sempat hamil akibat perbuatan pelaku," ujar AKBP Irene, Senin (20/4/2026).
Tindakan aborsi itu diduga terjadi pada 2024 yang dilakukan oleh tersangka utama berinisial MY (54) dengan bantuan istrinya, SM.
Korban dipaksa mengonsumsi obat-obatan tertentu dan menerima tindakan fisik hingga janin keluar, yang kemudian dikuburkan di sekitar area rumah pelaku di Kecamatan Waringinkurung.
Tersangka MY diketahui telah melancarkan tindak asusilanya dalam rentang waktu Mei 2023 hingga April 2026.
AKsi bejat pelaku dilakukan dengan dalih ritual spiritual pembersihan diri dan pembukaan aura. Dengan cara itu pelaku memperdaya belasan anak yang menjadi muridnya.
Berdasarkan data penyidikan, dari total 11 korban, sebanyak 10 anak mengalami persetubuhan dan satu anak mengalami pencabulan.
AKBP Irene Missy mengungkap temuan mengejutkan di kasus kejahatan seksual guru silat terhadap 11 anak murid di Kabupaten Serang, Banten. Pelaku biadab!
- Penerimaan Taruna Akpol 2026, Polda Banten Pastikan Bebas dari Percaloan
- Predator Anak di Siak Ditangkap, 3 Anak di Bawah Umur Jadi Korban
- Komplotan Pencuri Kabel Sinyal KAI di Banten Ditangkap, 2 Tersangka Masih Diburu
- Debt Collector Penganiaya 2 Anggota Brimob di Serang Ditangkap Tim Polda Banten
- Pelaku Pencabulan & Pembunuhan Gadis di Makassar Terancam Penjara Seumur Hidup
- Sekuriti Hotel di Karawang Mencabuli Bocah Usia 5 Tahun, Astaga
JPNN.com




