Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Pemerintah Haramkan Ekspor Mentah Bauksit-Tembaga
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan akan mempertahankan larangan ekspor bijih bauksit dan konsentrat tembaga ke luar negeri.
Langkah ini diambil demi memperkuat basis industri hilirisasi di dalam negeri secara berkelanjutan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kebijakan ini sudah final untuk komoditas strategis tersebut.
"Untuk ke depan, saya pikir beberapa komoditas yang harus kami tetap pertahankan pelarangan ekspornya di antaranya bauksit, kemudian tembaga," ujar Bahlil seusai menghadiri peluncuran bukunya di Jakarta, Jumat.
Bahlil menyampaikan pelarangan ekspor tersebut bertujuan untuk menumbuhkan industri hilirisasi bauksit dan tembaga di dalam negeri.
Industri hilirisasi di dalam negeri itu, lanjut dia, menciptakan nilai tambah bagi Indonesia, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menyumbang pertumbuhan ekonomi.
“Memang tidak ada cara lain, harus ada industri di dalam negeri,” ujar Bahlil.
Bahlil mendorong program hilirisasi untuk menjadi tuan di negeri sendiri, sehingga terbentuk kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan mempertahankan larangan ekspor bijih bauksit dan konsentrat tembaga ke luar negeri.
- Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Diawali 14 Pembangkit Berkapasitas 5,3 GWp
- Bahlil Beri Kesegaran buat AKD Fraksi Golkar, Ade Ginandjar: Langkah Strategis
- Info Terbaru dari Bahlil soal Rencana Pembatasan Pertalite bagi Desil 9-10
- Abdul Rahman Farisi Sebut Percepatan Realisasi Anggaran Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
- RAPBN 2027 Tembus Rp 4.097 T, Misbakhun Sebut Efisiensi & Hilirisasi Jadi Kunci
- Bahlil Tanggapi Rumor Reshuffle Kabinet Prabowo
JPNN.com




