Kejar Target Produksi Migas, SKK Migas Bakal Gelar IOG 2021

Kejar Target Produksi Migas, SKK Migas Bakal Gelar IOG 2021
The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2021) akan berlangsung secara hybrid pada 29 November sampai 1 Desember 2021. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan penurunan migas ataupun meningkatkan produksi, adalah dengan menerapkan Enhanced Oil Recovery (EOR).

Saat ini menurutnya, berbagai hal pendukung yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk terapkan EOR sudah disediakan oleh pemerintah.

Sementara dari sisi teknologi juga sudah tersedia. Sehingga tersisa hanyalah keinginan untuk mengimplementasikannya.

Dia menuturkan, jika memang teknologi belum tersedia di tanah air, kontraktor bisa bekerja sama dengan mitra yang sudah menguasai teknologi tersebut.

“Langsung diterapkan (EOR) teken kontrak dengan vendornya (mitra) apalagi ini konsepnya no cure no pay dicontoh saja kontrak yang sudah ada, simple kalau sudah ada contoh real yang sudah berhasil,” kata Djoko, Jumat (26/11).

Sejauh ini pemerintah telah memetakan 34 lapangan migas yang menjadi kandidat lokasi proyek EOR.

Proyek EOR merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) pada 2030.

Adapun ke-34 kandidat lapangan tersebut di antaranya: Rantau, Bangko, Bekasap, Kulim, Balam South, Petani, Pematang, Zamrud, Beruk, Pedada, Pusak, Sago, Limau Q51.

SKK Migas akan menyelenggarakan The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2021), secara hybrid dari 29 November sampai 1 Desember 2021.