Kemarau Melanda, Sumsel Siapkan Pompa Air dan Kios Beras untuk Jaga Pasokan Pangan
jpnn.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di tengah kondisi kemarau.
Selain memastikan stok beras mencukupi, pemerintah mengoptimalkan produksi pertanian hingga memperluas akses masyarakat mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kondisi stok beras saat ini masih aman. Berdasarkan peninjauan langsung ke gudang, persediaan yang ada diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bukan ke depan tanpa tambahan pasokan.
"Saya sudah tinjau gudangnya. Sepuluh bulan ke depan tanpa diisi pun masih tersedia. Apalagi meskipun sekarang kemarau, di beberapa titik masih ada panen. Jadi, tidak usah khawatir," kata Deru, Rabu (2/8/2026).
Menurut Deru, ketahanan stok tersebut juga didukung posisi Sumsel sebagai salah satu daerah pemasok gabah bagi daerah lain. Bahkan, hasil pertanian Sumsel dikirim tidak hanya hanya ke provinsi tetangga, tetapi juga ke sejumlah wilayah di luar Pulau Sumatera.
"Sumsel ini beberapa provinsi gabahnya mengambil dari ini. Provinsi tetangga, bahkan luar Pulau. Jadi, aman," ujar Deru.
Di sisi lain, pemerintah mulai mengantisipasi dampak kemarau terhadap produksi pertanian. Deru mengatakan, sejumlah petani yang sudah melakukan penanaman akan dibantu dengan pompa air untuk untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air.
Ia mencontohkan kondisi petani di Sungai Rotan yang sudah terlanjur menanam ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau.
Untuk menjaga pasokan pangan di tengah kemarau yang melanda, Pemprov Sumsel menyiapkan pompa air dan kios beras.
- Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp114 Ribu Per Kilogram
- BPS Ungkap Harga Beras Inflasi di 116 Kabupaten/Kota
- Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.700 per Kilogram, Disusul Komoditas Lain
- DPR Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga Beras untuk Petani dan Konsumen
- Harga Beras Naik, Bapanas Tambah SPHP & Bantuan Pangan
- Tinta Emas yang Ditorehkan Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani Selama Memimpin BULOG
JPNN.com




