Kematian Santriwati di NTB Tetap Diusut Polisi
jpnn.com - Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menindaklanjuti hasil gelar perkara khusus kematian Nurul Izzati, santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah oleh tim Polda NTB.
"Hasil gelar khusus di Polda NTB, penyidikan diminta terus dilanjutkan. Penyidik tetap mendalami perkara ini," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili di Mataram, Sabtu (16/8/2025).
Gelar perkara khusus di bawah kendali Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB itu merupakan tindak lanjut adanya permintaan dari pihak pondok pesantren yang disampaikan melalui Bidang Hukum Polda NTB.
"Ada surat yang masuk dari pihak ponpes ke Polda NTB, isinya permohonan untuk mendapatkan paparan terkait penanganan kasus ini," ujarnya.
Dirreskrimum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat mengakui adanya gelar perkara khusus yang berlangsung pada Jumat (15/8).
Gelar perkara khusus itu tindak lanjut dari permintaan pihak pondok pesantren sebagai lokasi yang diduga menjadi tempat Nurul Izzati mendapat tindakan penganiayaan hingga akhirnya meninggal di rumah sakit.
Kombes Syarif sudah mendengar perkembangan dari proses penyidikan yang berlangsung di bawah kendali Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.
Hasil gelar perkara khusus sudah didapatkan dan diserahkan ke pihak Polresta Mataram agar penyidikan tetap berlanjut.
Polisi tetap mengusut kematian satriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah. Gelar perkara sudah dilakukan oleh Polda NTB.
- Kasus Asusila di NTB Melibatkan 2 Oknum Polisi dan 1 Casis Polri
- Polisi Selidiki Kematian Lansia di Jalan Riau Bandung, Diduga Dianiaya Keluarga
- Dipicu Status WhatsApp, Suami di Pagaralam Aniaya Istri Hingga Tewas
- Update Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Garut
- Mahasiswi Tewas Diduga Korban Pembunuhan
- Santriwati di Garut Diduga Jadi Korban Asusila
JPNN.com




