Senin, 19 Agustus 2019 – 08:39 WIB

Kemdiknas Gandeng TNI AD Perluas Layanan PAUD

Jumat, 29 April 2011 – 13:33 WIB
Kemdiknas Gandeng TNI AD Perluas Layanan PAUD - JPNN.COM

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan keaksaraan. Sasaran program terutama di daerah tertinggal terpencil, terisolir dan wilayah perbatasan. Nota kesepahaman kerjasama untuk hal itu ditandatangani oleh Mendiknas M Nuh dan Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisutta, pada Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-86 di kantor Kemdiknas, Jakarta, Jumat (29/4).

Mendiknas menyampaikan, kehadiran TNI AD dalam kerjasama ini bukan sekadar mengajar (dalam hal) membaca dan menulis, tetapi untuk membangun karakter cinta tanah air. "Ini yang perlu kita tekankan betul. Mulai dikenalkan bendera Merah Putih dan lagu-lagu perjuangan. Tentu keaksaraan pun juga demikian," katanya.

Disebutkan, program TMMD sendiri akan dilaksanakan di 61 kabupaten/kota, 71 kecamatan dan 112 desa di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 21 hari, sepanjang 1-21 Juni 2011 dengan mengerahkan 61 satuan setingkat kompi (SSK). Setiap SSK terdiri atas 150 orang.

George, selaku penanggungjawab operasional TMMD, menyampaikan bahwa kegiatan difokuskan pada tiga daerah perbatasan, yakni Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua, masing-masing (dengan) 1 SSK. Sementara sebanyak 58 SSK lainnya disebar ke seluruh wilayah Indonesia. "Daerah terpencil rawan dari sisi sumber daya manusianya. Selain itu, sekolah dan tenaga pengajarnya juga terbatas," terang George.

Pada TMMD ke-86 ini, kegiatan fisik yang dilakukan meliputi rehabilitasi sarana-prasarana wilayah pedesaan, baik dalam wujud infrastruktur, fasilitas umum, maupun sosial. Adapun kegiatan non-fisik meliputi peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara, penegakan hukum, disiplin nasional, dan pengetahuan lainnya.

TMMD yang sebelumnya dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD), merupakan salah satu wujud Operasi Bhakti TNI. Program yang dimulai sejak 1980 ini dilaksanakan secara lintas sektoral, antara TNI dengan kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian dan pemerintah daerah. TMMD dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, serta daerah kumuh perkotaan dan daerah lain yang terkena bencana. (cha/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar