Kemdiktisaintek dan Bappenas Siapkan Program untuk Lulusan Sarjana Masuk Dunia Kerja Global
Kedua pihak membahas skema intervensi jangka pendek dan jangka menengah dalam penguatan perguruan tinggi. Pembahasan turut mencakup rancangan _pilot project_ pengembangan talenta pada sejumlah perguruan tinggi di bawah binaan Kemdiktisaintek yang telah memiliki atau berpotensi mengembangkan LPK dan lembaga sejenis. Model tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi vokasi.
Dalam penguatan sisi _supply_, Kemdiktisaintek berperan melalui pemetaan program studi dan lulusan, penguatan kompetensi dan sertifikasi, penyediaan data _tracer study_, serta pengembangan kemitraan internasional perguruan tinggi. Keberadaan LPK dan lembaga sejenis di lingkungan perguruan tinggi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem penguatan kompetensi dan penyiapan talenta sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Bappenas dan Kemdiktisaintek juga menyepakati dukungan program setidaknya melalui tiga Rincian Output (RO) kunci di Kemdiktisaintek untuk memperkuat ekosistem talenta global, serta menjajaki alternatif sumber pendanaan lainnya, termasuk harapannya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Kami ingin memastikan bahwa skema intervensi jangka pendek maupun jangka menengah ini berdampak menyeluruh. Karena itu, pendekatannya tidak hanya diarahkan pada perguruan tinggi vokasi, tetapi dapat melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dan kelembagaan untuk menyiapkan talenta sesuai kebutuhan pasar kerja global,” tegas Wamen Fauzan.
Wamen PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan agenda pengembangan talenta melalui pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja nasional maupun global. Pendidikan vokasi serta unit-unit pelatihan yang telah berjalan di sejumlah perguruan tinggi juga perlu disinergikan dalam ekosistem pengembangan talenta.
Pertemuan turut menyepakati sektor prioritas dan program studi prioritas yang menjadi fokus pengembangan talenta. Penentuan tersebut mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja global serta keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Perguruan tinggi vokasi dan perguruan tinggi yang memiliki LPK atau lembaga sejenis dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan model tersebut, terutama pada bidang yang membutuhkan penguatan keterampilan dan sertifikasi profesi.
Sinergi Kementerian PPN/Bappenas dan Kemdiktisaintek memperkuat langkah pemerintah dalam membangun pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan dunia kerja. Dukungan program dan rencana percontohan pada sejumlah perguruan tinggi disiapkan untuk memperluas peluang talenta Indonesia memperoleh kompetensi yang relevan dan mampu bersaing di tingkat global.
Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong pendidikan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia serta keterhubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kebutuhan pasar global.(Esy/JPNN)
Kemdiktisaintek & Bappenas menyapkan program untuk lulusan sarjana masuk dunia kerja global. Simak informasinya.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad
- Wamen Christina: KemenP2MI Perluas Akses Kesehatan Mental Pekerja Migran Lewat Layanan Telekonseling Gratis
- Menteri Mukhtarudin Luncurkan Telekonseling, Perkuat Pelindungan Kesehatan Mental Pekerja Migran
- Wamen Christina & Pemkot Bandung Jajaki Peluang Kerja Sama demi Pekerja Migran di Jepang
- Menteri Mukhtarudin Resmikan Migran Center Sekaligus Kelas Pelatihan Program SMK Go Global di UTB
- Kemdiktisaintek & Komisi X Bahas Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi
- KP2MI Gandeng Unpad Siapkan Pekerja Migran Kompeten Sesuai Kebutuhan Industri Global
JPNN.com




