Kemendag Janji Stok MinyaKita Aman Meski Ada Penurunan DMO Sawit
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok minyak goreng, termasuk Minyakita di pasaran meski domestic market obligation (DMO) minyak sawit mengalami penurunan seiring turunnya ekspor crude palm oil (CPO).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan pemerintah telah menerbitkan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2026.
Adapun aturan itu untuk memastikan pasokan minyak goreng, baik Minyakita maupun kemasan premium dan second brand, tetap tersedia di pasar.
“Bukan hanya MinyaKita yang kita atur, tetapi juga minyak premium dan minyak second brand itu harus tersedia di pasar, utamanya pasar rakyat," kata Iqbal di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis.
Iqbal menjelaskan penurunan DMO tidak serta merta menjadikan pasokan Minyakita akan langka. Menurutnya, kewajiban DMO baru berlaku ketika produsen melakukan ekspor CPO dan produk turunannya.
Berdasarkan laporan Kemendag pada Rapat Koordinasi Inflasi Daerah pada Senin (20/7/2026), pasokan DMO menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun lalu.
Per 17 Juli 2026, DMO CPO tercatat sebanyak 53.059 ton, masih lebih rendah dari Juni 2026 sebanyak 102.625 ton, dan jauh di bawah DMO Juli 2025 yang mencapai 215.359 ton.
Meski demikian, Iqbal menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan minyak goreng dalam negeri melalui Permendag Nomor 20 Tahun 2026. Dalam Pasal 4A beleid tersebut, produsen diwajibkan memasok minyak goreng kemasan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga di pasar domestik.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok minyak goreng, termasuk Minyakita di pasaran meski domestic market obligation (DMO) minyak sawit
- CBG Lestari Produksi PalmCo-Renikola Diserap Pertagas
- Habitat Harimau Sumatra di Kerumutan Terbakar, Polres Pelalawan Menangkap 3 Pelaku
- Segel Lahan yang Terbakar, Menhut: Asap Baru Padam, Sudah Ditanam Sawit
- PT TPL Tersangka Korporasi, Pakar: Bukti Kejagung Berani Bongkar Kejahatan Finansial
- PalmCo Rintis Proyek Kedelai 1.000 Hektare untuk Tekan Impor
- BPDP Hadir di JIFHEX 2026, Kenalkan Inovasi Produk Turunan Sawit dan Kakao
JPNN.com




