Kemendagri Dorong Integrasi ASRI & PSEL untuk Mewujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan

Kemendagri Dorong Integrasi ASRI & PSEL untuk Mewujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Dr. Safrizal. Foto: source for jpnn

Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.

Namun, Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu. 

Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda — kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.

"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelas Safrizal.

Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.

Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama. 

Safrizal menambahkan peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News