Kemendagri Dorong Integrasi ASRI & PSEL untuk Mewujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan
Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.
"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.
Namun, Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu.
Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda — kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.
"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelas Safrizal.
Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.
Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama.
Safrizal menambahkan peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.
- Perluas Akses Listrik di Daerah 3T, Wamendagri Ribka Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
- Demi Pengurangan Risiko Bencana, Safrizal Bicara Penguatan BPBD
- Kasatgas Tito Ungkap Progres Signifikan Rehabilitasi & Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatra
- Mendagri Tito Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi Daerah agar Tepat Sasaran dan Berdampak
- Tingkatkan Efektivitas Kebijakan Publik, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo
- Inflasi September Naik Jadi 3,28%, Mendagri Mewanti-wanti Pemda Perkuat Pengendalian
JPNN.com




