Kemendikbudristek Berharap 500 PTS Kecil Digabung Tahun Depan, Kampus Apa Saja?

Kemendikbudristek Berharap 500 PTS Kecil Digabung Tahun Depan, Kampus Apa Saja?
Toga wisuda. Ilustrasi: pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menargetkan jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia tinggal 1.800 sampai 2.000. Jumlah tersebut dinilai ideal agar masing-masing PTS lebih kompetitif dalam meningkatkan jumlah mahasiswa maupun akreditasinya.

Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Ridwan TJ mengungkapkan proses merger sudah mulai dilakukan Agustus 2021.

Di mana gelombang pertama hanya 49 usulan merger yang masuk. Dari jumlah tersebut 43 usulan sudah disetujui, empat mengusulkan ulang, dua tidak disetujui.

Gelombang kedua ada 20 usulan dalam prosesi evaluasi. Unggah usul sampai 25 September.

"Mudah-mudahan jumlah tersebut akan terus bertambah," kata Ridwan dalam taklimat media daring, Jumat (24/9).

Untuk tahun depan, Kemendikbudristek akan mulai membuka pendaftaran pengusulan merger PTS kecil pada Januari. Diharapkan sebanyak 500 PTS kecil akan dimerger.

Lebih lanjut dikatakan saat ini terdapat sekitar 3.000 PTS. Banyak di antara PTS tersebut memiliki mahasiswa kurang dari 1.000 orang. Bahkan menurut Ridwan tidak sedikit PTS yang hanya tinggal papan nama karena mahasiswanya tidak ada.

Dia mencontohkan di China jumlah perguruan tingginya hanya 2.800 tetapi angka partisipasi kasar (APK) tinggi. Sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki kampus lebih banyak tetapi APK masih rendah.

Kemendikbudristek menargetkan jumlah PTS di Indonesia sekitar 1.800 sampai 2.000 dan tahun depan 500 kampus kecil digabung.