Kemendikdasmen Luncurkan PJJ Jenjang Pendidikan Menengah, ATS Bisa Sekolah Lagi
"Dengan demikian, peran pengajar sangat penting serta memperhatikan keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan karakter,” kata Menteri Mu’ti.
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam peluncuran program ini. Sebagai tahap awal, sebanyak 20 sekolah telah ditetapkan sebagai mitra dan pionir dalam pelaksanaan program PJJ.
“Kami berharap sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi model praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Indonesia dan juga menjadi solusi nyata dalam mewujudkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa penerapan PJJ tingkat menengah secara lebih luas merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu dan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi mereka yang memerlukan layanan pendidikan khusus, di antaranya kepada anak-anak Indonesia yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran akibat geografis, sosial, ekonomi, maupun faktor lainnya.
Dirjen Tatang menambahkan, berdasarkan data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, bahwa saat ini jumlah ATS untuk jenjang pendidikan menengah mencapai sekitar 1,13 juta dari 4 juta ATS yang ada saat ini dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat khusus, salah satunya melalui PJJ.
“Prioritas pelaksanaan PJJ ini untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah dengan ATS tinggi, daerah rawan bencana, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan anak pekerja migran Indonesia yang tinggi. Secara lebih luas, PJJ kami selenggarakan untuk menjangkau ATS dengan rentang usia 16 s.d. 18 tahun dengan persyaratan utamanya, yaitu anak Indonesia dengan status ATS,” tutur Dirjen Tatang.
Tahun 2025, PJJ jenjang pendidikan menengah menggandeng Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia dan SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat sebagai sekolah induk. Demikian, pada 2026 PJJ jenjang pendidikan menengah akan melibatkan 21 sekolah induk, termasuk SIKK yang akan menjadi pusat komando penyelenggaraan dan penanggung jawab penuh PJJ di wilayah tersebut, termasuk untuk penyiapan guru PJJ, materi belajar, serta penerbitan ijazah untuk murid.
Selain 21 sekolah induk, program ini juga melibatkan 62 sekolah mitra yang akan berkolaborasi dengan sekolah induk sebagai unit layanan peserta didik, serta pusat dukungan belajar lokal, seperti penyediaan ruang belajar luring maupun tutor yang akan menjadi pendamping bagi murid PJJ jenjang pendidikan menengah. (esy/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Kemendikdasmen meluncurkan PJJ jenjang pendidikan menengah skala penuh, anak tidak sekolah bisa bersekolah lagi.
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad
- Kemendikdasmen Percepat Transformasi Pembelajaran AI & Koding, 300 Ribu Guru Tendik Jadi Target
- Mendikdasmen Minta Guru Kuasai AI & Teknologi, Anak Didik Harus Dibekali Kompetensi Masa Depan
- Kabar Terbaru soal Keterlibatan Kantin Sekolah pada Program MBG
- SPMB PJJ Dibuka, Kesempatan Jutaan Anak Tidak Sekolah Kembali ke Pembelajaran
- Wakil Ketua MPR Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat
- Mendikdasmen: MPLS Ramah Harus Jadi Pengalaman Pertama yang Menyenangkan Bagi Murid
JPNN.com




