Kemendikdasmen Pastikan 83 SMA Penyelenggara PJJ Menggunakan Modul Cetak Terstandarisasi
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan 83 satuan pendidikan atau SMA di 20 provinsi penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tahun 2026 menggunakan modul-modul cetak terstandarisasi.
Kemendikdasmen menargetkan tahun ajaran baru ini, sebanyak 3.500 anak tidak sekolah (ATS) yang terlayani.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi mengatakan ATS ini menjadi murid SMA negeri dan mendapatkan pendidikan formal.
Nantinya dalam layanan PJJ yang digelar Kemendikdasmen, mereka bisa mengakses materi-materi pembelajaran itu secara online.
Mereka juga disediakan materi-materi pembelajaran secara offline.
"Prinsipnya para murid dari ATS ini bisa belajar mandiri. Bagi yang ingin konsultasi dengan gurunya mereka bisa mendatangi sekolahnya," terang Saryadi saat konferensi pers, Kamis (23/4).
Kemendikdasmen, lanjutnya, menyiapkan modul-modul cetak yang telah terstandarisasi.
Modul ini disusun secara kolaboratif dengan melibatkan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, SEAMOLEC, Universitas Terbuka.
Kemendikdasmen memastikan 83 SMA penyelenggara PJJ menggunakan modul cetak terstandarisasi
- 5 Berita Terpopuler: Akan Ada Pengajuan PPPK Penuh Waktu Berbasis Kinerja, Lulusan SMA/Sederajat Bisa Bersiap Diri
- Sekolah Negeri Minim Murid Baru, Mendikdasmen Angkat Bicara
- Kemendikdasmen Percepat Transformasi Pembelajaran AI & Koding, 300 Ribu Guru Tendik Jadi Target
- Mendikdasmen Minta Guru Kuasai AI & Teknologi, Anak Didik Harus Dibekali Kompetensi Masa Depan
- SPMB PJJ Dibuka, Kesempatan Jutaan Anak Tidak Sekolah Kembali ke Pembelajaran
- Wakil Ketua MPR Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat
JPNN.com




