Kemensos Efektifkan Peran Keluarga untuk Menurunkan Stunting di Indonesia

Kemensos Efektifkan Peran Keluarga untuk Menurunkan Stunting di Indonesia
Kemensos melalui Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos) melaksanakan penyuluhan sosial prioritas pencegahan resiko dan dampak bagi kesejahteraan anak dan keluarga di Kabupaten Lahat, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Foto: Kemensos

jpnn.com, LAHAT - Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada para menteri terkait dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Presiden memprioritaskan 10 provinsi, yakni NTT, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini melalui Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos) memberikan perhatian terhadap pencegahan dan penanganan masalah stunting dengan peran keluarga.

“Penyuluhan sosial untuk pencegahan stunting dengan pendekatan keluarga sangat diperlukan," kata Kepala Puspensos Wiwid Widiansyah pada kegiatan Penyuluhan Sosial Prioritas Pencegahan Resiko dan Dampak Bagi Kesejahteraan Anak dan Keluarga di Kabupaten Lahat, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang merupakan pemangku kepentingan masyarakat di Kabupaten Langkat dengan melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Wiwid menekankan peran penyuluh sosial dalam penyampaian informasi dan edukasi bahaya stunting kepada pemangku kepentingan masyarakat, sehingga mampu menjadi inisiator penggerak masyarakat berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan bahaya stunting

"Dengan pendekatan melalui keluarga sebagai bagian dari masyarakat merupakan faktor yang sangat menentukan bagaimana kita berusaha melakukan pencegahan dan penanganan stunting di tengah masyarakat,” ujar Wiwid.

Menurutnya, peran keluarga sangat penting mencegah stunting di setiap fase kehidupan, dimulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya, sehingga mendukung upaya pemerintah dalam penanganan stunting di tanah air.

Kemensos menilai peran keluarga sangat penting untuk mendukung pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia.