Kementan dan Starbucks Berkolaborasi, Dorong Ekosistem Kopi Berkelanjutan
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengambil langkah strategis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Starbucks Coffee Company.
Kemitraan itu bertujuan memperkuat ekosistem kopi berkelanjutan Indonesia, meningkatkan produktivitas, serta menaikkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.
"Penandatanganan ini menjadi penanda komitmen bersama untuk memberdayakan petani kopi melalui edukasi dan sumber daya yang terstruktur," kata Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat di Jakarta, Selasa (2/12).
Dia menjelaskan, pemerintah mengambil langkah strategis untuk memberdayakan petani kopi kecil, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kopi global.
"Kami bangga dapat bermitra dengan Starbucks yang konsisten mendukung petani Indonesia,” ucapnya.
Melalui kemitraan yang diberi nama TEKAD (Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, dan Dana), Starbucks menggarisbawahi dukungan di empat area kolaborasi utama hingga tahun 2027.
Adapun di antaranya Donasi Benih dan Pembibitan dengan mendistribusikan 2 juta bibit kopi berkualitas tinggi, tahan penyakit, dan kekeringan untuk peremajaan tanaman.
Melatih 200 pelatih agronomi Indonesia untuk memperluas praktik kopi berkelanjutan, yang ditargetkan dapat membimbing sekitar 15 ribu petani setiap tahun.
Kementan dan Starbucks bekerja sama untuk mendorong ekosistem kopi berkelanjutan di Indonesia
- Dinas PPKUKM Jakarta Gandeng INOTEK & Starbucks Luncurkan KRING untuk 100 UMKM Kopi
- Mentan Amran Nilai Polri Aktif Sangat Membantu di Kementan
- Resmi Berakhir, Proyek GRASS Sukses Tingkatkan Kapasitas Petani Swadaya di Kapuas Hulu Kalbar
- Kementan Siapkan Pembukaan Sawah Baru Skala Besar di Papua, Kalimantan, Hingga Sumsel
- Bank Mandiri Akselerasi Industri Kopi Nasional Lewat Jacoweek 2025
- KPK Periksa Dirjen Kementan Andi Nur Alamsyah dalam Kasus Korupsi Fasilitas Karet
JPNN.com




