Jumat, 23 Agustus 2019 – 19:01 WIB

Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia

Selasa, 13 Agustus 2019 – 10:38 WIB
Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia - JPNN.COM

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi pelaku agrobisnis khusus bidang perkebunan kelapa sawit. Hal ini dilakukan untuk menyikapi peluncuran Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh Kementan, Bappenas, Kemenaker, BNSP, dan KADIN sebanyak 449 jabatan pada April 2019 lalu.

"Ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia," ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedy Nursyamsi pada Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong, Selasa (13/8)

Menurut Dedi, pencetakan generasi muda pertanian kualitas ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, yakni pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan SDM yang berbasis kompetensi.

Selain itu, langkah yang akan ditempuh Kementan untuk meningkatkan keberterimaan internasional pada produk kelapa sawit Indonesia serta mempunyai daya saing, dapat meningkatkan ekspor kelapa sawit dengan tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan.

"Artinya, langkah ini perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang kompeten. Pembangunan SDM jadi perhatian yang serius karena kita tidak bisa mengandalkan sumber daya alam yang melimpah tanpa tersedianya kualitas SDM yang berkompeten termasuk bidang perkebunan kelapa sawit," tegas dia.

Diketahui, Peta Okupasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan lembaga pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi dalam mendukung kualitas lulusan pendidikan atau pelatihan yang menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing sesuai dengan permintaan dunia usaha atau dunia Industri.

"SDM sebagai pengungkit utama produksi sawit mulai dari hulu sampai dengan hilir. Indonesia mempunyai iklim tropis yang sudah tidak diragukan lagi untuk pertumbuhan kelapa sawit," tandas Dedi. (cuy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar