Kementerian ESDM Berikan Kabar Terbaru Soal Harga Pertamax
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung keekonomian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan hal perhitungan keekonomian ini dilakukan di tengah naik dan turunnya harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik.
“Jadi, nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana,” ujar Yuliot di Jakarta, Rabu (29/7).
Lebih lanjut, Yuliot mengingatkan harga dari Pertamax dipengaruhi oleh harga minyak dunia.
Untuk harga pasar, kata Yuliot, tingkat ketidakpastian atau fluktuasi harga terlihat cukup tinggi akibat dinamika geopolitik yang saat ini berlangsung.
Oleh karena itu, Kementerian ESDM akan menghitung rata-rata dari harga minyak dunia.
Yuliot mengaku apabila menunjukkan penurunan dibandingkan periode-periode sebelumnya, maka kemungkinan Pertamina akan menurunkan harga Pertamax.
“Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga,” kata Yuliot.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung keekonomian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax.
- Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Pakar Bilang Begini
- Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Potensi Letusan Besar
- Angin Surga dari Timur Tengah Bikin Rupiah Menguat ke level Rp 17.695 per USD
- Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi
- Ekspektasi Pasar Jadi Pemicu IHSG Moncer 100 Poin
- Pemerintah Bakal Menerapkan BBM E20 Pada 2029
JPNN.com




