Kementerian Lingkungan Hidup Temukan Dugaan Pencemaran di DAS Brantas
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah menurunkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan pengawasan intensif terhadap lima perusahaan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas pada 20–23 Agustus 2025.
Hasil pengawasan menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya kualitas air di Sungai Brantas dan anak-anak sungainya.
Pada PT Energi Agro Nusantara (Etanol) ditemukan pelanggaran berupa perluasan lahan tanpa perubahan dokumen lingkungan dan persetujuan lingkungan, serta pembuangan limbah ceceran pupuk hayati, mesin produksi, dan instalasi pengolahan air (water treatment plant) langsung ke Sungai Ngares dan Sungai Jinontro.
Di PT Molindo Raya Industrial (Etanol), tim PPLH mendapati pembangunan pondasi tangki etanol tanpa persetujuan lingkungan.
Perusahaan juga membangun unit baru yang tidak tercakup dalam dokumen UKL-UPL 2016, yakni: CO? Plant (1 unit), tangki CO? (12 unit), CPU Plant (1 unit), serta Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS).
Selain itu, PT Molindo tidak memiliki Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah.
Sementara itu, PT Etanol Ceria Abadi diinformasikan sudah tidak beroperasi sehingga tidak lagi menghasilkan air limbah.
Pengawasan dilanjutkan di PT Sinergi Gula Nusantara (PG Ngadiredjo, Kediri) ditemukan tidak adanya Persetujuan Teknis pemenuhan Baku Mutu Air Limbah domestik pada tiga toilet karyawan, satu toilet masjid, dan satu toilet perkantoran.
KLH/BPLH telah menurunkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan pengawasan intensif terhadap lima perusahaan di DAS Brantas
- Menteri Jumhur: Tak Boleh Ada Kebakaran di Wilayah Konsesi
- Pemancing Hilang di Sungai Brantas Tulungagung, Tim SAR Intensifkan Pencarian
- Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
- MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi di Invirotech 2026
- RPPEM Nasional Segera Rampung, 10 Provinsi Ini Siap Susun RPPEM Daerah
- Perkuat Aksi Iklim, Proyek Metana ASEAN-Republik Korea Memulai Langkah di Indonesia
JPNN.com




