JPNN.com

Kemiskinan Desa Menurun Cepat karena Inflasi Terjaga dan Daya Beli Meningkat

Selasa, 16 Juli 2019 – 10:01 WIB Kemiskinan Desa Menurun Cepat karena Inflasi Terjaga dan Daya Beli Meningkat - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai unit kerjanya terus memfokuskan diri pada program strategis yang berkaitan langsung dengan penurunan angka kemiskinan. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa menjelaskan bahwa program tersebut merupakan program bantuan langsung berupa paket ternak ayam kampung atau kambing dan sayur mayur atau komoditas komersial lain yang bisa ditanam di lahan sempit pekarangan.

Paket bantuan ini, kata dia, diberikan kepada setiap Rumah Tangga Petani Miskin (RTM) untuk dikelola menjadi sumber pendapatan utama. Selain Program Bekerja, Kementan juga terus mengenjot produksi pangan strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan produksi dalam negeri, termasuk juga membenahi rantai pasok dan distribusinya agar harga pangan tetap stabil sampai di tingkat konsumen.

BACA JUGA: Tingkatkan Akses Pembiayaan Petani, Kementan Perluas Peran FPPS

"Ini penting dilakukan karena menurut data BPS tahun 2018, komponen makanan masih menyumbang sebesar 73,48 persen kepada pembentukan garis kemiskinan. Sementara sisanya 26,52 persen disumbang oleh komponen non makanan," ujar Kariyasa.

Data yang sama juga menunjukan bahwa komoditas beras masih berpengaruh pada garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95 persen. Sedangkan pengaruh di garis kemiskinan di perdesaan mencapai 25,79 persen. "Karena itu, kombinasi program peningkatan produksi pangan dalam negeri dan program Bekerja akan berdampak nyata pada pengurangan jumlah penduduk miskin, khususnya di perdesaan," katanya.

Terbaru, BPS juga merilis bahwa angka kemiskinan Indonesia pada Maret 2019 hanya 9,41 persen atau setara dengan 25,14 juta orang. Angka tersebut turun drastis dan signifikan hingga 9,41 persen dari angka awal periode September sebesar 9,66 persen.

BACA JUGA: DPR Puji Jurus Jitu Kementan Manfaatkan Bonus Demografi

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...