Kemiskinan Jadi Alasan Nelayan Indonesia Mencari Ikan di Perairan Australia
Profesor Stacey baru-baru ini ikut menulis laporan yang ditugaskan oleh pemerintah federal Australia untuk menyelidiki mengapa nelayan seperti Dora terus melakukan perjalanan berbahaya tersebut.
"[Warga Indonesia] menyadari penangkapan ikan adalah bisnis yang berisiko dan keuntungannya tidak selalu melebihi ongkosnya," katanya.
"Kami memang mendengar beberapa kisah nelayan yang diserang buaya dengan setidaknya dalam satu kasus ada yang meninggal."
Ia mengatakan bahwa alasan seseorang menangkap ikan secara ilegal bervariasi, dan nelayan Indonesia seringkali secara keliru dianggap sebagai kelompok yang "homogen."
'Hanyalah nelayan'
Profesor Stacey juga meneliti pengaruh "hubungan patron-klien" pada penangkapan ikan ilegal, di mana pemilik kapal menawarkan kredit sebagai imbalan atas layanan nelayan.
"Sangat sulit bagi mereka untuk keluar dari situasi tersebut karena hal itu adalah sesuatu yang sangat lazim dalam kehidupan mereka," katanya.
Profesor Stacey dapat mengkonfirmasi bahwa perjalanan Dora dibiayai oleh seorang pemilik kapal terkenal dari Pepela, sebuah komunitas nelayan kecil di pulau Rote.
Dora mengatakan bosnya "berkuasa" atas dirinya dan memiliki puluhan kapal yang beroperasi secara ilegal di Australia.
Sudah 11 kali dalam 20 tahun terakhir nelayan Indonesia ini ditahan karena menangkap ikan secara ilegal di Australia
- Emas Jadi Sarana Favorit Koruptor, Ini Sebabnya
- Kematian Warga Australia di Bali Meninggalkan Jejak Utang dan Kebingungan
- WN Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
- Warga Asal Indonesia Dipenjara dalam Kasus Perdagangan Seksual di Australia
- Australia Makin Serius Kembangkan Biji Kopi Sendiri
- Marak Penipuan Tiket Konser, Penggemar BTS Indonesia Diminta Hati-hati
JPNN.com




