Kemkomdigi Sebut Konektivitas 5G dan AI Dorong Lahirnya Model Bisnis Baru
jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengatakan perkembangan konektivitas 5G dan Artificial Intelligence (AI) bisa melahirkan berbagai model bisnis baru.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto dalam diskusi IndoTelko Forum di Jakarta pada Rabu (29/4).
Wayan mengatakan AI dan jaringan 5G merupakan akselerator transformasi digital yang pertumbuhannya harus dijaga.
Langkah itu dilakukan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
"AI dan 5G harus terintegrasi sehingga akses terhadap teknologi terbarukan menjadi lebih terbuka dan memudahkan terciptanya inovasi sebagai solusi negara," ujarnya.
Wayan mengatakan konektivitas 5G di era serba digital ini adalah fondasi utama agar teknologi-teknologi lain dapat berkembang.
Menurut dia, sejak teknologi itu dirilis ke publik, masyarakat mengenal layanan komunikasi berkecepatan tinggi, latensinya rendah, dan sejak kehadirannya beragam inovasi digital baru tumbuh.
Beberapa inovasi yang dimaksud bahkan menjadi solusi penting di banyak negara seperti industri 4.0, layanan kesehatan digital, hingga kota cerdas.
Kemkomdigi mengatakan perkembangan konektivitas 5G dan Artificial Intelligence (AI) bisa melahirkan berbagai model bisnis baru.
- Telkom Tunjukkan Ketangguhan Bisnis, Shareholder Return Tembus 35,7%
- Kejahatan Siber Berkembang Cepat dengan Bantuan AI, Waspadalah
- Rokid Rilis Kacamata Pintar di Indonesia, Dilengkapi Kamera, Sebegini Harganya
- Gelar Acara Gaskeun Camp, KemKomdigi Ajak Anak Muda Ubah Jempol Jadi Senjata
- Pengguna Chrome di RI Bisa Manfaatkan Teknologi Gemini, Begini Caranya
- Daftar Pemenang Konektivitas Digital 2026, Meutya Terharu
JPNN.com




