Keputusan Indonesia Bergabung dengan Board of Peace Dipertanyakan
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) dalam kunjungannya ke Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Banyak pihak mempertanyakan tujuan dibentuknya Board of Peace, yang awalnya ingin menyelesaikan konflik di Gaza, namun tidak melibatkan Palestina.
Keputusan Indonesia untuk menjadi anggotanya juga menimbulkan kontroversi dan memunculkan pertanyaan tentang posisinya dalam konflik Gaza.
Apa itu Board of Peace?
Board of Peace (BoP), atau Dewan Perdamaian, merupakan organisasi yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dewan ini merupakan salah satu dari empat komite baru yang ditunjuk AS untuk mengawasi rekonstruksi dan pemerintahan Gaza setelah lebih dari dua tahun pertempuran antara Israel dan Hamas.
Mengapa dibentuk?
BoP awalnya dirancang untuk mengawasi rencana perdamaian 20 poin Trump untuk Gaza.
Namun dewan ini memperluas fokusnya, sehingga tidak hanya pada zona konflik tersebut.
Meski keputusan dewan ini ditentukan suara mayoritas anggota, keputusan itu masih dapat diveto oleh ketua.
Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik
- Dunia Hari Ini: Penembak Masjid di Christchurch Minta Pengakuan Bersalahnya Dibatalkan
- Pengakuan Dede Yusuf Soal Kemungkinan Demokrat Dukung Prabowo di Pilpres 2029
- Anshar Ilo: Prabowo Layak Dua Periode Demi Keberlanjutan Pembangunan Nasional
- NasDem Dukung Prabowo Sampai 2029, Urusan Pilpres Dibicarakan Belakangan
- PAN & PKB Tegas Dukung Prabowo 2 Periode, PKS: Kami Belum Membahas
- Kepala BPJPH Bicara soal Permintaan Donald Trump adalah Hoaks
JPNN.com




