Kericuhan Pecah di Area PT Timah, Ahok Singgung Harga Beli Tak Sesuai Pasar
jpnn.com, JAKARTA - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menyoroti kericuhan masyarakat penambang bijih timah yang terjadi di wilayah PT Timah, Belitung Timur, Bangka Belitung beberapa hari lalu.
Diduga, penambang mempersoalkan harga pembelian bijih timah yang dinilai belum sebanding dengan kondisi operasional di lapangan.
Dalam aksi tersebut, massa meminta adanya penyesuaian harga sekaligus kepastian penyerapan hasil tambang masyarakat.
Sebagai warga Bangka Belitung, Ahok menilai harga pembelian timah dari masyarakat perlu disesuaikan dengan harga pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung ricuh hingga pembakaran dua kantor operasional PT Timah.
“Harga beli dari rakyat yang sesuai harga pasaran,” kata Ahok dikutip wartawan pada Kamis (13/8).
Ketika ditanya apakah harga pembelian timah oleh PT Timah saat ini telah mencerminkan harga pasar, ia tidak dapat berkomentar.
Ahok menyarankan hal tersebut sebaiknya ditanyakan ke pelaku usaha di sektor timah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung ricuh hingga pembakaran dua kantor operasional PT Timah
- Tanggapi Ahok, Ketua Komisi III DPR: Jangan Sampai UU Perampasan Aset Jadi Alat Kekuasaan
- Hakka Ngiau
- Soal Demo 27 Agustus, Ahok Sebut Semua Suku, Agama dan Ras Pasti Membenci Korupsi
- NHM Optimalkan Sistem Daur Ulang Air di Tambang Emas Gosowong, Tekan Penggunaan Air Sungai
- 2 Polisi DIkeroyok saat Karnaval di Blora, Begini Kejadiannya
- KSP Dudung Sebut Kericuhan saat Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
JPNN.com




