Kerumunan Pedagang dan Pemburu Takjil Tanda PSBB Tidak Efektif?

Kerumunan Pedagang dan Pemburu Takjil Tanda PSBB Tidak Efektif?
Warga berburu takjil dan lauk-pauk. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BEKASI - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III terlihat masih banyak masyarakat Kota Bekasi yang melakukan kegiatan keluar rumah.

Pantauan PojokBekasi.com di lapangan, Jalanan di wilayah Perumnas 1 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan masih banyak masyarakat berkerumun ketika sore hari.

Kebanyakan dari masyarakat sekitar ingin membeli takjil dan juga hanya ngabuburit saja. Bahkan, beberapa masyarakat sekitar yang keluar rumah banyak tidak menggunakan masker.

Terlihat juga di wilayah tersebut, tidak adanya jarak antarpedagang dan pembeli membuat penyebaran virus corona tidak menutup kemungkinan akan terjadi.

Salah satu warga Kayuringin, Ahmad (29), mengaku ada rasa takut ingin keluar rumah dengan kondisi saat ini.

“Ya, saya keluar juga cuman membeli takjil saja, selebihnya melakukan kegiatan di rumah,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menata sedemikian agar tidak terjadi kepadatan dan juga berkerumun saat pembelian takjil.

Kepadatan juga terlihat di Perumahan BKKBN, Cimuning, Kota Bekasi, saat sore hari. Bahkan terkadang kemacetan tak terhindarkan.

Tidak adanya jarak antarpedagang dan pembeli saat berburu takjil membuat penyebaran virus corona tidak menutup kemungkinan akan terjadi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News