Kerusakan Hutan TNGHS Sedang Terjadi, Ribuan Lubang Tambang Emas Menganga

Kerusakan Hutan TNGHS Sedang Terjadi, Ribuan Lubang Tambang Emas Menganga
Foto dari drone memperlihatkan lokasi tambang ilegal yang berhasil diamankan oleh Ditjen Gakkum Kemenhut di lanskap Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa barat, Rabu (19/11/2025). ANTARA/HO-Kemenhut.

"Aktivitas PETI ini harus dihentikan karena bisa merusak ekologis lingkungan hutan, juga bisa menimbulkan bencana alam," ujarnya.

Menurut dia, aktivitas PETI di wilayah itu dilakukan sejak tahun 1990 yang merambah dan merusak TNGHS, setelah PT Antam Cikotok tidak beroperasi lagi.

"Kami harus bertindak tegas untuk menertibkan PETI agar kembali dipulihkan lingkungan ekologis hutan konservasi TNGHS jangan sampai rusak," katanya.

Sementara itu, Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu menyebut kegiatan penambang ilegal di TNGHS terdapat sekitar 1.400 lubang tambang yang tersebar di Kabupaten Lebak, Bogor, dan Sukabumi.

Ribuan lubang tambang itu menganga dengan kedalaman 20–50 meter, membentuk labirin sepanjang ribuan kilometer.

"Saya kira lubang itu bisa menjadi bom waktu potensi bencana alam di sekitar kawasan TNGHS dan dampaknya merugikan masyarakat juga ekosistem lainnya," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama tim Satgas PKH telah melakukan tiga kali operasi penertiban tambang ilegal sejak akhir Oktober 2025.

Petugas Satgas PKH juga telah menutup hampir 400 lubang aktivitas penambangan ilegal.

Satgas PKH mengungkap data kerusakan hutan di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Ada ribuan lubang tambang emas menganga.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News