Kesaksian Ilham Saat Banjir Terjang 3 Kampung di Agam, Ratusan Rumah Rata
jpnn.com, AGAM - Bencana alam banjir bandang atau galodo kembali menghantam Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Palembayan, Nagari Selaras Air.
Pantauan JPNN.com di lokasi, ada ratusan rumah hancur dan rata dengan tanah setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Kamis (27/11) sekitar pukul 17.30 WIB.
Tiga kampung terdampak paling parah Kampung Jambak, Kampung Pili, dan Kampung Sawah Laweh tidak menyisakan banyak bangunan yang masih berdiri. Warga menyebut kejadian ini sebagai salah satu galodo terbesar yang pernah mereka alami.
Salah satu warga yang kehilangan rumahnya, Ilham, menceritakan detik-detik saat bencana terjadi.
“Suaranya besar kali. Saya langsung bawa keluarga keluar dan kami lari ke atap rumah. Banyak orang berlarian minta tolong. Tingginya air itu… kami lihat seperti tembok. Saya berada di atap saat air mengalir deras seperti dinding,” ungkap Ilham.
Menurutnya, kabar soal potensi galodo sudah diterima beberapa menit sebelumnya dari kampung yang berada lebih tinggi di arah Koto Alam.
Namun, kecepatan aliran air membuat warga tidak punya banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
Hingga kini, aparat Kepolisian dan sukarelawan sudah dikerahkan untuk membantu evakuasi, mendata kerusakan, dan mencari warga yang belum ditemukan.
Bencana alam banjir bandang atau galodo kembali menghantam Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Palembayan, Nagari Selaras Air.
- 98.002 Hektare Sawah dan Lahan Rusak Akibat Banjir Sumatra
- Petani Korban Banjir Sumatra Bakal Dapat Gaji dari Pemerintah
- Pemulihan Bencana Sumatra Diprediksi Selesai 3 Tahun
- Pemerintah Minta Ganti Rugi 4,8 Triliun kepada 6 Perusahaan Diduga Penyebab Banjir Sumatra
- Catat, Tidak Ada Lagi Daerah yang Terisolasi Pascabanjir Sumatra
- Kementerian PU Minta Tambahan Duit Rp 74 Triliun untuk Pemulihan Sumatra
JPNN.com




