Kesehatan Para Sukarelawan Kebencanaan Masih Terlupakan
Oleh: Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid - Peneliti Utama BRIN / BRIDA Jawa Timur
jpnn.com, JAKARTA - Setiap kali bencana melanda, sukarelawan selalu hadir di garis depan.
Mereka datang tanpa banyak bertanya, tanpa menghitung risiko pribadi, dan sering kali tanpa jaminan perlindungan memadai.
Mereka bekerja dalam panas, hujan, asap, dan tekanan mental yang luar biasa.
Namun, setelah keadaan terkendali dan sorotan media mereda, satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah: bagaimana kondisi kesehatan para sukarelawan setelah mereka pulang dari medan tugas?
Di Jawa Timur, jejaring relawan tergolong besar dan aktif. Berbagai organisasi kemanusiaan, komunitas siaga bencana, hingga relawan sosial daerah terlibat dalam respons kebencanaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD dan dinas terkait telah melakukan berbagai pelatihan, koordinasi serta penguatan kapasitas. Ini patut diapresiasi.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental relawan pasca-penugasan masih membutuhkan peningkatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Contoh konkret dapat kita lihat saat terjadi kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya R. Soerjo yang berada di wilayah Malang dan sekitarnya.
Peneliti Utama BRIN / BRIDA Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid mempertanyakan kondisi kesehatan para sukarelawan bencana setelah mereka pulang dari medan tugas?
- YAICI Terapkan Pemulihan Holistik bagi Korban Bencana di Aceh-Sumatra
- Ijazah Mudah, Mutu Pendidikan Melemah: Alarm Bahaya Pendidikan Tinggi Indonesia
- Family Gathering IKPNI 2026: Menjaga Nilai Kepahlawanan di Zaman Modern
- EDRR Dorong Kesadaran Kolektif Tanggap Bencana
- Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Diminta Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp 10,6 T
- Potret Banjir di Sulawesi Tenggara, Waspada Bencana Susulan
JPNN.com




