Ketahuilah, Efek Buruk Malas Berolahraga dan Cara Mengatasinya

Ketahuilah, Efek Buruk Malas Berolahraga dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi. Berolahraga. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Setiap orang pasti memiliki keinginan tetap dapat bugar di hari tua agar tetap bisa bergerak lincah dan tidak mudah sakit.

Hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Karena sebenarnya hanya ada dua hal yang perlu kita lakukan, yaitu menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga.

Namun karena beberapa hal, banyak di antara kita yang tidak menjalani dua pola tersebut, terutama rutin berolahraga.

Padatnya aktivitas harian sering menjadi alasan bagi banyak orang melewatkan olahraga. Padahal, jarang berolahraga dapat berakibat buruk bagi tubuh di antaranya dapat meningkatkan risiko obesitas, mengalami gangguan tidur atau insomnia, meningkatkan risiko osteoporosis, dan rentan terserang penyakit kronis seperti diabetes, jantung, hingga stroke.

Hal tersebut dikarenakan sirkulasi darah dalam tubuh yang kurang baik membuat sistem kekebalan tubuh tak dapat berfungsi optimal.

Mengingat kita masih berada di tengah pandemi, tentunya tubuh juga lebih rentan mengalami gejala berat apabila terkena Covid-19. Tentunya hal yang berbeda terjadi apabila kita rutin berolahraga.

Menurut dr Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), satu-satunya hal yang membuat seseorang malas berolahraga adalah kurangnya motivasi dari dalam diri individu itu sendiri.

“Hal senada juga pernah dimuat oleh Times of India pada sebuah studi yang diterbitkan tahun 2020," kata dokter Rachmad Wishnu, Sabtu (18/9).

Efek buruk malas berolahraga dapat berakibat fatal di antaranya meningkatkan risiko obesitas, mengalami gangguan tidur atau insomnia, meningkatkan risiko osteoporosis, dan rentan terserang penyakit kronis seperti diabetes, jantung, hingga stroke.