Ketidakpastian Tinggi, Kurs Rupiah Hanya Mampu Menguat 0,01% Hari Ini
jpnn.com, JAKARTA - Ketidakpastian konflik di Timur Tengah (Timteng) masih menekan nilai tukar rupiah, pada Kamis pagi (16/4).
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi, menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp 17.141 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.143 per USD.
“Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp 17.075 per USD–Rp 17.200 per USD,” ungkap Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis.
Laporan menunjukkan Angkatan Laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran sejak blokade dimulai awal pekan ini, sehingga pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see sembari menunggu kejelasan arah perdamaian.
Saat ini, telah ada kemajuan proses diplomatik antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik, sementara harga minyak bertahan di bawah level USD 100 per barel.
Pasar keuangan secara umum telah melonggarkan premi risiko yang sempat muncul pasca terjadinya eskalasi konflik pada akhir Februari 2026, seiring kedua pihak menuju putaran kedua negosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang sudah sangat dekat dengan akhir, serta mengindikasikan bahwa Iran mulai terbuka terhadap kesepakatan damai, dengan pembicaraan lanjutan diperkirakan akan segera dilanjutkan.
Melihat sisi kebijakan moneter global, lanjut Josua, The Fed secara umum diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya, Fed Funds Rate (FFR), pada bulan ini dan kemungkinan sepanjang tahun 2026.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi, menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp 17.141 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.143 per USD.
- Dasco Yakin Rupiah Bakal Menguat: Teman-Teman, Lebih Baik Dolarnya Dilepas
- Rupiah Ditutup Menguat 114 Poin, Masih Mampu Menanjak?
- Pelemahan Rupiah Otomatis Menekan Industri Otomotif Nasional, Pakar Beri Penjelasan
- Harga BBM Naik, Wali Kota Bandung Minta ASN Tinggalkan Mobil Pribadi
- Investor Suka dengan Kenaikan Pertamax, Kurs Rupiah Menguat 158 Poin
- Alasan Sebenarnya BI-Rate Mendadak Naik, Perry Warjiyo Buka-bukaan
JPNN.com




