Ketika Erika Ingin Wortel yang Pendek

Oleh Dahlan Iskan

Ketika Erika Ingin Wortel yang Pendek
Dahlan Iskan.

”Harga jual wortel Berastagi itu bagus banget. Hampir dua kali lipat wortel kami di Batu,” ujar Erika.

Alam Berastagi mirip batu. Sama tingginya. Sama sejuknya.

Mereka belum tahu wortel Berastagi itu jenis apa. ”Kami menyebutnya wortel pendek,” katanya. ”Wortel kami panjang-panjang,” tambahnya.

Harga wortel pendek bisa Rp 13 ribu/kg. Sedang wortel Batu hanya Rp 7 ribu. Harga saat ini. Di lokasi kebun.

Erika tahu semua itu dari pedagang. Yang datang ke Batu. Ingin kulakan.

Tapi tidak ada petani Batu yang menanam wortel pendek. Tidak ada yang tahu jenis wortel ini. Padahal petani Berastagi sudah lama memasuki wortel pendek. Sejak lebih dua tahun lalu.

Dalam rombongan Lukman ini ada sekitar 10 orang. Ada yang dari lereng Gunung Bromo. Suku Tengger. Yang bahkan belum bisa menanam wortel. Mereka hanya tahu menanam kentang. Seumur hidupnya. Sejak kakek-neneknya dulu.

Ada pemicu lain: pasar wortel Surabaya diserbu wortel pendek. Lama-lama pasar wortel panjang terdesak. Disrupsi juga sampai ke wortel.

Jam sudah menunjukkan pukul 5.45. Saya boarding ke Lion. Sampai di pesawat buru-buru saya tulis naskah ini. Takut keburu pilotnya minta izin balik ke landasan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News