Ketika Ganja Legal, Ibu dan Anak Pun Mengantre Bersama

Ketika Ganja Legal, Ibu dan Anak Pun Mengantre Bersama
Anteran pembeli ganja mengular di apotek Harborside, California, Amerika Serikat, Senin (1/1). Foto: (Jose Carlos Fajardo/Bay Area News Group)

jpnn.com, OAKLAND - Hari masih gelap. Udara dingin menusuk tulang. Mayoritas orang lebih memilih untuk mendekam di balik selimut. Tapi, lebih dari 100 orang di Oakland, California, AS, tidak demikian.

Senin (1/1), setelah pergantian tahun, hari pertama 2018, mereka lebih memilih untuk mengantre di depan apotek Harborside. Bukan karena ingin membeli obat setelah kelelahan merayakan pesta tahun baru. Mereka membeli ganja.

Mulai tahun ini, California memang melegalkan jual beli ganja untuk keperluan rekreatif. Tahun lalu wilayah tersebut melegalkan penggunaan ganja secara terbatas, tapi melarang jual beli.

Pada 1996, California menjadi negara bagian pertama di AS yang melegalkan ganja untuk penggunaan secara medis. Harborside memanfaatkan momen tersebut untuk menarik pengunjung sekaligus memperkenalkan kebijakan baru itu. 

Apotek yang telah lama menjual ganja untuk pengobatan tersebut memberikan harga 1 penny untuk satu linting ganja plus kaus gratis. Tulisannya ”Flower to the People-Cannabis for All”.

Tawaran tersebut tentu hanya untuk 100 pembeli pertama. Karena itu, meski toko baru buka pada pukul 06.00, antrean mengular sejak dini hari.

”Ini adalah hal besar bagi semua orang,” ujar Jeff Deakin yang mengantre bersama istrinya, Mary.

Pria 66 tahun itu senang karena dirinya dan orang lain tak perlu lagi menikmati ganja secara sembunyi-sembunyi.

Mulai tahun ini California melegalkan ganja untuk keperluan rekreasi. Antrean pun langsung mengular di tempat-tempat penjualan ganja

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News