Ketika Tommy Kandas, Musnahlah Harapan

Ketika Tommy Kandas, Musnahlah Harapan
Viktor Axelsen yang mengalahkan Tommy Sugiarto. Foto: AFP

jpnn.com - LEMAHNYA tim Piala Thomas Indonesia terletak pada sektor tunggal. Dalam tiga game, pemain tunggal Merah Putih gagal memberikan perlawanan signifikan. 

Kekalahan Indonesia sebenarnya sudah bisa diprediksi saat Tommy Sugiarto kandas di tangan Viktor Axelsen. Tommy tumbang dua set langsung 17-21, 18-21. Padahal, Tommy adalah harapan terbesar Indonesia mencuri satu poin.

’’Dia (Tommy) yang punya peluang terbesar (mencuri poin). Dua pemain tunggal kami lainnya adalah pemain muda. Mereka berada dalam tekanan besar tampil di final seperti ini,” ucap Rexy Mainaky, manajer tim Indonesia.

Di sisi lain, kemenangan itu menjadi kali pertama Denmark keluar sebagai kampiun di Piala Thomas. Delapan kali mereka sudah tampil di partai puncak. Pada kali kesembilan di Kunshan inilah, mereka baru bisa pecah telur. 

’’Pemain tunggal Indonesia tampak sekali gugup. Tapi, sebenarnya pemain tunggal kami juga gugup. Kami hanya menang pengalaman,” ucap Kenneth Jonassen, pelatih tunggal Denmark, saat menanggapi kemenangan timnya.

Dua pasangan ganda Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi menunjukkan kelasnya sebagai tumpuan Indonesia merah poin. 

Dua kali Indonesia tertinggal (0-1 dan 1-2), dua kali pula Hendra/Ahsan dan Angga/Ricky memperpanjang napas Indonesia sampai partai terakhir.

Hendra/Ahsan di partai kedua membabat ganda utama Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dua set langsung 21-18, 21-13. Di partai keempat, giliran Angga/Ricky yang membuat Indonesia kembali sempat bersorak. 

LEMAHNYA tim Piala Thomas Indonesia terletak pada sektor tunggal. Dalam tiga game, pemain tunggal Merah Putih gagal memberikan perlawanan signifikan. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News