Ketua Banggar DPR Merespons Wacana Pelebaran Defisit 3 Persen dari PDB, Simak
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyebut pihaknya sampai kini belum pernah diajak berbicara oleh pemerintah dalam menyikapi wacana pelebaran defisit tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Said menampaikan hal itu menyikapi pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang berbicara soal pelebaran defisit tiga persen dari PDB.
"Sepengetahuan saya di Badan Anggaran DPR, belum ada pembicaraan awal yang disampaikan pemerintah, dalam hal ini Menkeu terhadap pelebaran defisit lebih dari 3 persen PDB dan kebijakan Quantitave Easing," kata Said melalui layanan pesan, Sabtu (14/3).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu merasa ruang fiskal Indonesia memungkinkan defisit anggaran di bawah tiga persen dari PDB.
Caranya, kata dia, mencapai tingkat pendapatan negara dan membenahi sistem perpajakan melalui coretax system.
"Kami harapkan menjadi perbaikan pengumpulan penerimaan perpajakan lebih baik, lalu naiknya harga komoditas ekspor, seperti minyak bumi dan mungkin batubara juga akan menambah dompet PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak, red)," kata Said.
Selanjutnya, kata dia, pemerintah melakukan efisiensi dari sisi belanja terhadap program yang bukan prioritas.
"Jika besaran belanja bisa dikendalikan, menyeimbangkan dengan realisasi pendapatan, tentu target defisit dibawah tiga persen insyaallah bisa dijaga," lanjut Said.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah merespons wacana pelebaran defisit tiga persen dari PDB.
- Firnando Ganinduto DPR: Streamlining BUMN Tanpa PHK, Langkah Strategis Wujudkan Korporasi Negara yang Lebih Efisien
- Misbakhun: DPR Kawal Mitigasi Dampak Kenaikan Pertamax Terhadap Daya Beli Masyarakat
- Di AFF 2026, Dave Laksono Bahas Bahas Ekonomi Biru hingga Ketahanan Energi
- Abidin Fikri DPR Resmi Bergelar Doktor Ilmu Hukum, Rektor Bambang Sampaikan Apresiasi
- Wayan Sudirta Sampaikan Pandangan Akhir Mini Fraksi PDIP DPR Terhadap RUU Polri, Berikut 5 Catatan Penting
- Gandung Pardiman DPR Dorong Pemerintah Perkuat Sektor Pariwisata
JPNN.com




