Ketua Cides ICMI Bicara soal Pendekatan Islam dan Harm Reduction di Forum Internasional
Selain produk tembakau dipanaskan, berkat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, saat ini juga sudah ada beberapa kategori produk lain yang sudah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi paparan zat berbahaya jika dibandingkan rokok.
Dia menjelaskan Inovasi-inovasi tersebut dapat menjadi alternatif bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti, sekaligus menjaga kelangsungan industri yang menopang perekonomian nasional.
Prof Andi Bakti menyebutkan dukungan regulasi modern di Indonesia, seperti Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 juga menjadi contoh nyata kebijakan mulai dirancang secara proporsional dan mempertimbangkan adanya faktor perbedaan risiko antara produk tembakau yang beredar di pasaran.
Pihaknya menyerukan pentingnya kolaborasi antara ulama, ahli kesehatan masyarakat, dan pemerintah untuk menyusun panduan berbasis bukti ilmiah dan nilai-nilai keagamaan.
“Dengan kolaborasi ini, negara-negara Muslim dapat menjadi pelopor dalam model pengendalian tembakau yang adil, efektif, dan berbasis ilmu pengetahuan,” kata Prof Andi Bakti.(mcr8/jpnn)
Ketua Cides ICMI Prof Andi Bakti menjadi salah satu pembicara dalam Africa Global Health Symposium yang diselenggarakan di Casablanca, Maroko.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Taat Aturan, CV Barakah Putra Jaya Kantongi Izin NPPBKC dari Bea Cukai
- ICM Nonaktifkan Guru Tersangka Kekerasan Seksual, Siapkan Lima Langkah Pembenahan
- Rokok Ilegal Makin Marak, Ahli Ingatkan Soal Aturan IHT
- DPD RI - BRIN - ICMI Siap Jalin Kerja Sama Gagas RUU Artificial Intelligence
- Habib Aboe: BKSAP Perkuat Dukungan Perlindungan HAM di Forum Internasional
- Bertekad Konsisten dengan Amanah Konstituen, Misbakhun Tepis Tuduhan soal Terlibat Pita Cukai Rokok
JPNN.com




