Ketua FSP BUMN Indonesia Raya Tomy Tampatty Tanggapi Insiden Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, Simak
jpnn.com, JAKARTA - Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, memicu gelombang kemarahan publik.
Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Indonesia Raya menjadi salah satu pihak yang paling keras bersuara.
Ketua Harian FSP BUMN Indonesia Raya Tomy Tampatty menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan cermin kelalaian sistemik dalam tata kelola keselamatan operasional.
Tomy Tampatty secara tegas menuntut pertanggungjawaban penuh dari jajaran tertinggi manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dia mendesak agar Direktur Utama dan Direktur Operasional segera dicopot oleh BP BUMN dan Danantara.
"Ini bukan lagi kecelakaan biasa. Ini adalah kelalaian sistemik yang telah merenggut nyawa manusia. Tanggung jawab tertinggi atas keselamatan operasi berada di pundak Direktur Utama dan Direktur Operasional. Karena itu, kami mendesak agar keduanya segera dievaluasi dan dicopot,” tegas Tomy dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/4/2026).
Rangkaian Kelalaian Berujung Tragedi
Insiden nahas terjadi sekitar pukul 20.57 WIB. Dugaan awal menyebutkan, sebuah taksi berwarna hijau melintas di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, memaksa KRL berhenti mendadak di jalur aktif.
Ketua Harian FSP BUMN Indonesia Raya Tomy Tampatty merespons tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026,
- Pria Bunuh Diri di Perlintasan Kereta Api
- Daftar Nama 10 Stasiun Terpadat di Indonesia 2026
- Kasus DJKA Jatim, KPK Periksa Saksi dari PT Pasific Cipta Solusi
- Polisi Tangkap 4 Pengeroyok Petugas Jaga Perlintasan Kereta Api
- Bukan Cuma Tepat Waktu, Ini Alasan Masyarakat Makin Percaya Naik Kereta Api
- Libur Sekolah Tiba, Pengunjung Mulai Padati Stasiun Gambir
JPNN.com




