Ketua Gibranku Jawa Barat Tanggapi Perusakan Rumah Singgah di Sukabumi
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Gibranku Jawa Barat Marshall menanggapi peristiwa penyerangan dan perusakan rumah singgah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada 1 Juli 2025.
Dia menilai aksi perusakan tersebut lebih dari sekadar pelanggaran hukum.
“Ini adalah bukti nyata bahwa sebagian masyarakat Indonesia kini tumbuh dalam kebencian, hidup dalam ketakutan akan perbedaan dan kehilangan keberanian untuk memahami,” ujar Marshall dalam keterangan tertulis pada Jumat (4/7).
Untuk diketahui, massa membubarkan dan merusak fasilitas di sebuah rumah pribadi yang digunakan sebagai tempat retret rohani.
“Pagar dijebol, pintu dipecah, barang-barang dijarah, dan suasana teror mengguncang anak-anak yang berada di dalamnya. Semua itu terjadi bukan karena kesalahan hukum, tetapi karena kecurigaan terhadap keyakinan orang lain,” ujar Marshall.
Marshall menyebut insiden ini sebagai cermin retak dari masyarakat yang gagal menjadi dewasa dalam berbangsa dan beragama.
“Kita sedang melihat masyarakat yang sakit—yang lebih percaya pada amarah ketimbang empati, yang lebih cepat menuding daripada mendengar, dan yang lebih senang merusak daripada memahami,” ujar Marshall.
Ini Bukan Salah Paham, tetapi Pilihan untuk Membenci
Ketua Gibranku Jawa Barat Marshall menanggapi peristiwa penyerangan & perusakan rumah singgah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
- Gerak Cepat, Polres Sukabumi Tangkap 7 Pelempar Bom Molotov ke Pelajar dalam 24 Jam
- Pria Tua di Sukabumi Ini Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas
- Jasad Nelayan Asal Sukabumi Ditemukan Terdampar di Cianjur
- Tangis Ibu Kandung NS di DPR: Saya Hanya Ingin Keadilan Setimpal untuk Anak Saya
- Rieke Diah Pitaloka Desak APH Terapkan Pasal Berlapis bagi Teni Sang Ibu Tiri Sadis dari Sukabumi
- Ibu Tiri Jadi Tersangka Kematian Bocah Lelaki di Sukabumi, Kekerasan Sudah Berlangsung Lama
JPNN.com




