Ketum HMI Sebut Kejahatan KKB Kali Ini Tidak Bisa Dimaafkan

Ketum HMI Sebut Kejahatan KKB Kali Ini Tidak Bisa Dimaafkan
Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan penyisiran KKB di sekitaran Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak pada Jumat (4/6/2021). (ANTARA/HO-Humas Satgas Nemangkawi)

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama menanggapi isu kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dia menilai penyerangan KKB terhadap masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan.

"Apalagi yang menjadi korban adalah tenaga kesehatan dan prajurit TNI-Polri yang melakukan evakuasi kemanusiaan," kata Raihan, Selasa (21/9).

Pria kelahiran Bukittinggi itu menyampaikan belasungkawa yang mendalam untuk tenaga kesehatan Gabriella Maelani yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Menurut Raihan, penyerangan ini telah melukai rasa kemanusiaan, merugikan rakyat Papua, dan mengancam kedaulatan Indonesia.

Dia juga mengatakan penegakan hukum tidak cukup untuk menyelesaikan kasus penyerangan ini.

Dengan begitu, dia mendorong TNI-Polri untuk menunjukkan kekuatan yang lebih masif lagi.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan dengan lambang berwarna hijau hitam itu mendukung pemerintah dan aparat keamanan untuk menyelesaikan masalah ini.

Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama menanggapi isu kekerasan yang dilakukan KKB di Papua.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News