Ketum Rampai Nusantara Nilai Polemik Ijazah SMA Gibran Tak Substansial
jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum Denny Indrayana menggelar sayembara Rp 100 juta bagi masyarakat yang bisa menunjukkan ijazah SMA, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar mengatakan langkah Denny Indrayana tersebut bukan persoalan substantif.
Namun, luapan kekecewaan pribadi seusai berulang kali gagal dalam kontestasi politik.
"Ijazah kan sudah jelas ada mekanisme penyetaraan dalam hukum Indonesia, dan itu seharusnya sudah selesai," ujar Mardiansyah di Jakarta, Kamis (13/8).
Karena itu, Mardiansyah meminta polemik ijazah SMA Gibran sangat tidak substansial dan tidak perlu mendapat perhatian berlebihan.
"Di tengah situasi ekonomi masyarakat yang disebutnya masih menghadapi banyak tantangan," ungkap dia.
Mardiansyah menegaskan persoalan keabsahan ijazah SMA maupun penyetaraannya sudah tidak relevan untuk dipersoalkan kembali.
Bahkan, kata Mardiansyah, polemik ijazah SMA Gibran ini juga tidak mempengaruhi hubungan dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Langkah Denny Indrayana menggelar sayembara Rp 100 juta untuk ijazah Gibran bukan persoalan substantif.
- Survei Terbaru: Kepuasan Publik terhadap Gibran Masih di Bawah Prabowo, Jomplang!
- Heboh Pernyataan Percepatan Pemilu Sebelum 2029, Budi Arie: Tak Ada Kaitan dengan Jokowi
- PASBATA Minta Pernyataan Budi Arie soal Politik 2029 Dibaca Utuh, Jangan Dipotong dari Konteks
- Prabowo-Jokowi-Gibran Tampil Harmonis, Positif bagi Pemerintah
- Jokowi-Prabowo-Gibran Satu Frame, PDIP Disebut Bisa Percepat Konsolidasi Menuju 2029
- Sayembara Ijazah Gibran Ramai Jadi Isu Pemakzulan, Pakar Hukum Minta Bukti Konstitusional
JPNN.com




