Kimia Farma Targetkan Penurunan Impor BBO 23 Persen pada 2024

Kimia Farma Targetkan Penurunan Impor BBO 23 Persen pada 2024
Kimia Farma targetkan turunkan impor BBO pada 2024 hingga 23 persen. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anak usaha holding BUMN farmasi, PT Kimia Farma Tbk menargetkan penurunan impor bahan baku obat (BBO) hingga sekitar 23 persen pada 2024 mendatang.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo mengataka, hal ini karena Kimia Farma sudah membangun fasilitas produksi BBO di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat

"Sertifikat ini berlaku untuk Cara Pembuatan Bahan Baku Obat yang Baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Kami harapkan akan menurunkan impor BBO hingga sekitar 23 persen pada 2024 dan mengembangkan BBO lainnya," ujar Verdi dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/2).

Selain sertifikasi dari Badan POM RI, lanjut dia, dilakukan juga sertifikasi halal atas produk BBO dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengantisipasi implementasi UU 33 / 2014 Tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal.

Menurut dia, pengembangan BBO dilakukan sesuai dengan prioritas kebutuhan nasional. Kimia Farma telah berhasil memproduksi sembilan item BBO pada tahun lalu.

Sementara itu, dalam pengembangan BBO, perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan yaitu Sung Wun Pharmacopia Co. Ltd.

"Perusahaan asal Korea Selatan itu memiliki kapabilitas riset pengembangan BBO serta memberikan kesempatan bagi para SDM kami untuk memperoleh transfer knowledge dan transfer teknologi dalam pengembangan dan produksi BBO," kata Verdi.

Dia menyebutkan, industri BBO memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi, antara lain dari aspek economic of scale, teknologi, SDM dan juga dari sisi regulasi. Verdi berharap mendapatkan dukungan dari berbagai aspek.

Anak usaha holding BUMN farmasi, PT Kimia Farma Tbk menargetkan penurunan impor bahan baku obat (BBO) hingga sekitar 23 persen pada 2024 mendatang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News