JPNN.com

Kinerja BNI Syariah Tumbuh Positif Awal 2018

Minggu, 29 April 2018 – 11:22 WIB Kinerja BNI Syariah Tumbuh Positif Awal 2018 - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kinerja BNI Syariah pada triwulan pertama 2018 mengalami pertumbuhan positif. Laba bersih mencapai Rp 94,48 miliar atau naik 21,69 persen dari Maret 2017 sebesar Rp 77,64 miliar.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung dengan kualitas pembiayaan masih terjaga, di sisi lain efisiensi operasional juga terus membaik.

"Dengan semangat berHasanah di 2018, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan pertama berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan pencapaian Aset BNI Syariah Maret 2018 sebesar Rp 38,54 triliun atau naik sebesar 29,07 persen dari Maret 2017, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 7,32 persen (BUS Only Februari 2018 (YoY))," ujar Abdullah.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23,75 triliun atau naik 11,70 persen. Komposisi pembiayaan Maret 2018 disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp 12,19 Triliun (51,3%).

Kemudian diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 5,16 Triliun (21,7%), segmen Komersial Rp4,58 Triliun (19,3%), segmen Mikro Rp1,43 Triliun (6,0%), dan Hasanah Card Rp380,47 Miliar (1,6%).

"Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, di mana Maret 2018 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 3,18 persen, dinbawah rata-rata industri yang mencapai 5,21 persen," jelasnya.

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 32,95 Triliun atau naik 27,66 persen dengan jumlah nasabah sebanyak 2,6 juta.

"Pertumbuhan kinerja yang positif ini tidak lepas dari peran BNI sebagai induk perusahaan. Bentuk sinergi BNI Syariah dengan BNI di antaranya Syariah Chaneling Outlet (SCO), di mana nasabah diberikan kemudahan untuk dapat melakukan transaksi syariah di lebih dari 1.584 kantor cabang BNI serta diberikan kemudahan akses perbankan dan BNI Mobile Banking," tuturnya.(chi/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...