Kamis, 18 Juli 2019 – 17:58 WIB

Kisah ABK Selamat Karena Pegangan Tangan di Laut Berjam-jam

Selasa, 21 Juni 2016 – 18:25 WIB
Kisah ABK Selamat Karena Pegangan Tangan di Laut Berjam-jam - JPNN.COM

EVAKUASI: Tim SAR saat melakukan evakuasi korban tewas tenggelamnya Kapal Nusantara Dolpin Satu yang mengangkut pupuk di Perairan Kobar, Minggu (19/6). (FOTO: Rinduwan/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN- Kecelakaan laut terjadi di Perairan Tanjung Puting, Pangkalan Bun, Sabtu (18/6) malam waktu setempat. Kapal Kapal Nusantara Dolpin Satu yang mengangkut pupuk karam dihantam gelombang besar.

Akibatnya, satu orang tewas  dan dua lainnya hilang. Sebelas anak buah kapal (ABK) lainnya selamat. Setelah kapal tenggelam, belasan ABK langsung menyelamatkan diri dengan peralatan seadanya. Selama berjam-jam mereka berpegangan tangan agar tidak terbawa ombak.

Kapten Kapal Jago Santoso Eko (26) yang selamat dari kecelakaan itu menuturkan, kejadian tersebut berlangsung singkat. Pada Sabtu (18/6) malam lalu, kondisi cuaca sangat buruk. Gelombang tinggi disertai badai mengiringi perjalanan mereka.

”Kami dari Gresik aman-aman saja. Pas masuk perairan Kobar, tiba-tiba gelombang besar. Langsung mau menghindar karena gelombang tinggi," kata Jago sambil meringis kesakitan saat dirawat di Rumah Sakit Rakyat (RSR) Kumai, Minggu (19/6).

Keadaan kian parah ketika kapal dihantam ombak dari samping kiri. Hal itu membuat posisi kapal langsung miring ke kanan. Tidak sampai sepuluh menit, kapal langsung karam.

”Cepet banget, nggak sampai sepuluh menitan, kapal miring langsung tenggelam. Saya langsung instruksikan ABK untuk melompat ke laut," ujarnya.

Ketika kapal miring, lanjutnya, ABK sudah siap melompat ke laut menggunakan pelampung. Hanya saja, ada ABK yang tak menggunakan pelampung, diduga karena situasi panik.

”Saya kurang tahu. Semua panik dan yang dapat pelampung langsung nyebur masing-masing," ujarnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar