Kisah Ikan Eka

Oleh Dahlan Iskan

Kisah Ikan Eka
Foto: disway.id

Si kasir tahu benar hitungan. Pistol itu isinya hanya enam peluru. Maka ditinjulah perampok itu.

Eka senang humor seperti itu. Ada kecerdikan di dalamnya. Seperti merefleksikan kecerdikan dirinya.

Humor kedua tentang lomba mengukir kayu. Yang diadakan raja. Taruhannya hadiah besar. Bagi yang ukirannya paling mirip gambar ikan.

Raja memutuskan pengukir pertama yang menang. Pengukir kedua protes. Ukirannyalah yang lebih baik.

Raja tetap pada putusannya. Hasil ukiran pertama memang lebih sempurna.

"Dalam lomba ini juri yang paling tepat adalah kucing," kata pengukir kedua. "Kucing-lah yang paling tahu mana yang lebih mirip ikan," tambahnya.

Raja manggut-manggut. Mengakui alasan pengukir kedua. Lalu dipanggillah kucing. Akan dilihat. Mana yang lebih menimbulkan selera untuk dimakan.

Sang kucing ternyata mendatangi ukiran ikan kedua. Menjilat-njilatnya lama.

Waktu Pak Eka Tjipta Widjaja meninggal saya tidak bisa melayat. Saya lagi keliling Taiwan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News