Kisah Prajurit TNI AD Pertama Kali Dikirim ke Lokasi Bencana

Kisah Prajurit TNI AD Pertama Kali Dikirim ke Lokasi Bencana
Prajurit TNI AD Sertu S Edi Putra Tarigan. Foto: Dok Dispenad

jpnn.com, JAKARTA - Prajurit TNI AD Sertu S Edi Putra Tarigan yang bertugas di Dispenad punya pengalaman tersendiri saat ditugaskan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa ke daerah bencana.

Edi Putra mengaku dirinya ditugaskan ke Nusa Tenggara Barat saat kejadian bencana banjir bandang pada April 2021.

"Itu pertama kali saya mendapat perintah berangkat operasi militer selain perang, rasanya bukan hanya menjalani tugas, tetapi saya merasa hidup jauh lebih berarti," kata dia sebagaimana dilihat dari YouTube TNI AD, Sabtu (5/6).

Saat itu, Edi Putra dikirim bersama personel Yonzikon-13 yang ditugaskan dari Jakarta untuk membantu pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

"Di sana, kami melakukan tugas masing-masing, bergerak cepat dan sistematis, direncanakan sedemikian rupa agar pekerjaan bisa dilakukan secara efisien dan cepat," ujar dia.

Banjir bandang memberikan dampak mendalam bagi masyarakat Bima, NTB. Rusaknya fasilitas umum, seperti jembatan yang hanyut terbawa arus banjir membuat mobilitas warga terhambat.

Sejumlah jembatan yang rusak merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. TNI AD dengan segera menyelesaikan sejumlah jembatan yang putus akibat banjir bandang tersebut.

Edi Putra menyebutkan dirinya sebagai prajurit ketika ditugaskan tidak hanya mengerjakan apa yang diperintahkan, tetapi juga menjalin komunikasi yang baik dengan warga setempat.

Prajurit TNI AD Sertu Edi Putra Tarigan menceritakan pengalaman pertama dikirim ke lokasi bencana.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News