KKP Mencanangkan 2 Skema Pendanaan untuk Jaga Ekosistem Terumbu Karang
jpnn.com, JAKARTA - Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle, yang meliiputi kawasan laut di bagian barat Samudera Pasifik ialah jantung keanekaragaman hayati laut dunia.
Diketahui, kawasan tersebut masuk dalam teritori enam negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.
Tercatat, lebih dari 76 persen spesies terumbu karang dunia bermukim di kawasan tersebut.
Indonesia disebut menjadi negara penyumbang 65 persen dari spesies yang tercacat.
"Coral Triangle merupakan kawasan penting secara ekologis, sosial dan ekonomi. Habitat bagi lebih dari dua ribu spesies ikan karang, serta area penting bagi spesies laut yang terancam punah seperti penyu, hiu karang, dan dugong," kata Trenggono dalam agenda 16th Anniversary of CTI-CFF & Coral Triangle Day di Jakarta, baru-baru ini.
Dengan kekayaan kawasan tersebut tidak bisa bebas dari berbagai eksploitasi oknum tak bertanggung jawab.
Perubahan iklim, sampah plastik hingga tindakan overfishing menjadi ancaman untuk ekosistem laut kawasan tersebut.
Menyusul hal ini, pemerintah pun mengimplementasikan lima kebijakan ekonomi biru demi keberlanjutan konservasi terumbu karang.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mencanangkan dua skema pendanaan pengelolaan kawasan konservasi laut.
- Cetak Wirausaha Muda, J&T Express Luncurkan JT Connect Preneur Goes to Campus
- Gebrakan MPMX di Labuan Bajo, Lestarikan Terumbu Karang & Perkuat Ekonomi Warga
- Waka MPR Berharap Dana IndonesiaRaya Memperkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional
- Teknologi Kapal Nirawak IoT Siap Jaga Ekosistem Terumbu Karang Karimunjawa
- KKP Pastikan Konservasi Ekosistem berjalan Inklusif, Partisipatif, dan Berkeadilan
- Soal Polemik Pemesanan Kapal, Purbaya: Mungkin Saya Datanya Salah
JPNN.com




