Kolaborasi IBCSD & IDCTA Perkuat Daya Saing Industri lewat Pasar Karbon Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
Regulasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan pasar karbon Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) untuk mewujudkan pasar karbon nasional yang transparan, kredibel, dan berintegritas.
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), dengan didukung oleh IDXCarbon mendukung pasar karbon lewat Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sihol Aritonang, President IBCSD sekaligus President Director RAPP yang diwakili oleh Direktur Eksekutif IBCSD Dr. Indah Budiani menyampaikan bagi dunia usaha, pasar karbon perlu dipandang sebagai instrumen strategis.
Pasar karbon dinilai memperkuat daya saing industri di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi global.
Menurut Indah, pasar karbon menjadi instrumen yang dapat mempercepat investasi dekarbonisasi. Ketika perusahaan mampu mengelola emisi dengan baik dan memperoleh akses terhadap pasar karbon yang kredibel.
“Perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga membuka peluang pembiayaan, inovasi, dan akses ke pasar global," kata Indah Budiani.
Di sisi lain, penerapan berbagai kebijakan carbon pricing di tingkat global, termasuk Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa, makin menjadikan karbon sebagai faktor strategis yang memengaruhi akses pasar, investasi, dan daya saing industri.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025
- Waka MPR Tekankan Transisi ke EBT Harus Dinikmati Industri dan Tenaga Kerja Dalam Negeri
- Asiana Technologies Dorong Pemerintah Naikkan Rasio EBT Industri
- Danantara Berperan sebagai Enabler dengan Memperkuat Ekosistem Industri
- Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
- BEI Catat Pertumbuhan 16,83% Dibanding Akhir 2025
- Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
JPNN.com




