Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia

Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia
RMIT University dan Mandaya Hospital Group menggelar forum Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini. foto: dok Mandaya

Sebagai contoh, untuk memperluas akses di luar kota-kota besar dan mendukung diagnosis lebih dini, hingga memperkuat kapasitas klinis dan memastikan data kesehatan digunakan secara aman.

"Prioritas layanan kesehatan Indonesia membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan realitas yang dihadapi pasien dan tenaga kesehatan lokal,” ungkap Tantia. 

Dia yakin dengan menghubungkan kemampuan riset global RMIT dengan mitra di Indonesia seperti Mandaya, pihaknya mampu memberikan dampak nyata yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Para peserta mendalami pemanfaatan telehealth, pemantauan jarak jauh, kecerdasan buatan (AI), sensor wearable, biomarker, serta sistem kesehatan yang saling terhubung. 

Diskusi berfokus pada bagaimana teknologi tersebut dapat melengkapi keahlian klinis dan membantu menerapkan hasil riset dalam layanan kesehatan nyata.

Profesor Ross Vlahos dari RMIT University menyebutkan riset menghasilkan nilai terbesar ketika manfaatnya menjangkau pasien dan meningkatkan praktik sehari-hari. 

“Para peneliti, klinisi, dan organisasi layanan kesehatan perlu bekerja bersama sejak awal agar gagasan baru dapat diterapkan secara aman dan efektif dalam layanan kesehatan," kata Prof. Ross.

Forum itu juga menghadirkan sesi praktik tentang pencegahan risiko jatuh dan kesehatan lutut, yang menunjukkan penerapan riset dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemulihan pasien.

Proyeksi Kementerian Kesehatan pada 2026 menunjukkan tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan Pulau Jawa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News