Komentar Dedi Mulyadi Soal Pembatalan Helmy Yahya dan Bossman Mardigu jadi Komisaris Bjb
jpnn.com, BANDUNG - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk alias Bank Bjb batal mengangkat Helmy Yahya dan Wowiek Prasantyo alias Bossman Mardigu sebagai komisaris.
Pengumuman itu rencana disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 Desember 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kedua orang pilihannya, Helmy Yahya dan Wowiek Prasantyo bukan dibatalkan pelantikannya, melainkan tidak lolos fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Itu bukan dibatalkan pelantikannya, salah itu. Bukan dibatalkan, tetapi tidak diloloskan oleh OJK," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Kota Bandung, Jumat (14/11/2025).
Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu pun cukup menyesalkan gagalnya Helmy Yahya dan Mardigu sebagai komisaris.
Pasalnya, dia menilai keduanya layak dan berintegritas dalam mengawasi kerja direksi perusahaan bank daerah.
"(Menjadi) Komisaris harus melalui seleksi OJK. Pak Helmy dan Bossman tidak lolos OJK, padahal saya sangat berharap mereka lolos karena punya integritas," ucapnya.
"Kenapa tidak lolosnya? Ya tanya ke OJK. Secara pribadi dan sebagai gubernur, saya menyesalkan mereka tidak lolos," sambung Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyesalkan pembatalan Helmy Yahya dan Bossman Mardigu sebagai komisaris Bank Bjb.
- Bank bjb Mantapkan Arah Tata Kelola Perusahaan Melalui RUPS LB 2025
- bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Ajang Tangerang 10K 2025
- bank bjb Mantapkan Struktur Manajemen Lewat Keputusan RUPSLB 2025
- Transformasi Hijau bank bjb Diakui dalam Ajang Investing on Climate 2025
- Sinergi Diperkuat, bank bjb Jalin Kolaborasi dengan Pemprov Kepri
- Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan 6 Jam di KPK, Klarifikasi Soal Dana Iklan
JPNN.com




