Komisi I Kecam Ulah Israel yang Tangkap Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis
Namun, kata dia, Israel belakangan malah menangkap dua jurnalis Republika bersama rombongan aktivis yang ingin membuka blokade kemanusiaan ke Palestina.
"Instrumen hukum internasional yang ada sudah seharusnya sudah cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan" kata legislator Dapil Yogyakarta itu.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," demikian pernyataan Andi dikutip Senin (18/5).
Dia menuturkan kapal yang dicegat Israel bukan membawa senjata, melainkan obat-obatan dan bantuan logistik untuk warga sipil Palestina.
Andi mengkonfirmasi kabar dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai berada dalam kapal tersebut.
"Kami berdiri bersama para sukarelawan kemanusiaan dunia dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," kata dia.(ast/jpnn)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengingatkan posisi jurnalis dan petugas kemanusiaan dilindungi oleh Piagam PBB. Dia mengecam Israel.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan
- Serangan Udara Israel Menewaskan 4 Warga Palestina, Termasuk Satu Anak
- Dipimpin Rahmat Saleh, Pengurus DPP Gema Keadilan Dilantik Elite PKS
- Israel Melanggar Kesepakatan, Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon
- Dahulu Bersama PKS, Komedian Narji Kini Masuk PSI
- Mabruri PKS Hormati Keputusan Narji Pindah ke PSI
- Presiden PKS Serukan Kader Partainya Menindaklanjuti Perpres Ancaman LGBTQ Jadi Perda
JPNN.com




