Komisi III DPR Tuntut Polri Investigasi Kabar Mahasiswa UBK Terima Suap dari Polisi
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Polri mengusut kasus dugaan suap Rp20 juta yang disebut diberikan anggota kepolisian ke mahasiswa untuk mengubah lokasi demonstrasi.
"Polri harus melakukan investigasi untuk membuktikan benar atau tidaknya pernyataan tersebut," kata dia kepada awak media, Kamis (25/6).
Isu suap Rp20 juta dari kepolisian ke mahasiswa menyeruak setelah muncul pengakuan Ketua BEM FH Universitas Bung Karno Muhammad Abdi Maludin.
Abdi kepada pihak kampus mengakui menerima Rp20 juta dari polisi melalui tangan seorang alumnus UBK untuk mengalihkan demonstrasi dari Istana Presiden ke Gedung DPR/MPR.
Gus Abduh sapaan Abdullah mengatakan investigasi menjadi penting demi menjaga kepercayaan publik ke institusi Polri.
"Investigasi ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri," lanjut Gus Abduh.
Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan keterlibatan oknum polisi berpotensi memunculkan spekulasi dan persepsi negatif di tengah masyarakat.
"Jika benar ada intervensi, berarti oknum tersebut telah menyalahgunakan kewenangannya dan harus diberikan sanksi sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik yang berlaku," bebernya.
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Polri mengusut kasus dugaan suap Rp20 juta ke mahasiswa UBK untuk mengubah lokasi unjuk rasa.
- Usut Kasus Karhutla, Polri Sudah Tetapkan 113 Tersangka
- Hendardi Apresiasi Polri Berhasil Mengawal Sejumlah Aksi
- Bea Cukai dan Polri-BNN Bersinergi Ungkap 8 Kasus Narkotika dengan Modus Paket Kiriman
- Kronologi Kontak Tembak TNI-Polri dengan KKB yang Tewaskan 4 Teroris
- Korlantas Gelar Anev Turjawali, Tingkatkan Pemanfaatan Aplikasi Real-Time untuk Tekan Fatalitas
- Diskusi Koalisi Masyarakat Sipil: Polri Ujung Tombak Menjaga Demokrasi Dalam Aksi 27 Agustus
JPNN.com




